Posts

Showing posts with the label Keluarga dan Parenting

8 Hal yang Harus Dilakukan Ibu Rumah Tangga untuk Kembali Bekerja oleh Chyntia Usui

Image
Judul : 専業主婦が就職するまでに やっておくべき8つのこと Penulis : Chyntia Usui Jumlah Halaman : 220 halaman Penerbit : Kadokawa Publishing Tahun : 2017 ISBN : 9784040692395 Buku yang direkomendasikan seorang teman untuk saya baca, 専業主婦が就職するまでにやっておくべき8つのこと, 8 hal yang harus dilakukan senggyou shufu , 専業主婦, ibu rumah tangga, jika kembali bekerja. Chintya Usui (58 tahun), penulis buku ini, adalah seorang Filipina keturunan china yang mendapat beasiswa ke Jepang, kemudian bekerja dan menikah dengan orang Jepang. Hanya bekerja full time selama 2 tahun, lalu kemudian memilih "karir" sebagai ibu rumah tangga, mengikuti suami yang bertugas sebagai diplomat ke berbagai  negara.

Anak-anak yang sulit bergaul, haruskah pergi ke sekolah?

Image
1. 友達ができにくい子どもたち Anak-anak yang sulit bergaul oleh Asayo Ishizaki. Sampulnya menggambarkan si Aa yang sejak bayi/toddler senangnya main sendiri. Pencinta plarail, perlintasan kereta dan lampu lalu lintas. Kondisi yang tidak berubah saat mulai masuk TK. Saat teman-temannya berlarian berkejaran, atau memanjat bukit kecil di sekolah, Aa memilih aktivitas sendiri di kelas. Saat terpaksa harus berpartisipasi dalam permainan kelas pun tidak terlihat menikmati, walaupun tidak menolak.

Memahami isi hati anak usia SD, 小学生の心がわかる本

Image
Judul : 小学生の心がわかる本 Memahami isi hati anak usia SD Penulis : Masafumi Harada Penerbit : 農山漁村文化協会 Tahun : 2005 Halaman : 252 ISBN : 9874540001680 Permasalahan anak SD yang dibahas dibagi menjadi 4 bagian, yang penyelesaiannya dibedakan sesuai dengan umur, kelas rendah dan kelas tinggi (yang sudah dikategorikan usia remaja). Perlu dicatat bahwa masalah-masalah anak sekolah ini akan semakin pelik saat mereka masuk usia SMP dan bahkan sudah masuk kategori kriminal sehingga memerlukan tindakan hukum. Masalah-masalah tersebut adalah: 1. 不登校 futoukou atau putus sekolah Masalah putus sekolah biasanya diawali dengan keengganan anak untuk berangkat ke sekolah. Bila dipaksakan, kadang mereka mengeluh sakit tapi setelah lewat jam sekolah mereka kembali ceria. Keluhan ini jangan diabaikan, meski secara klinis tidak ditemukan penyakit apapun, percayalah bahwa apa yang mereka rasakan itu benar adanya, karena itu adalah upaya alamiah tubuh mereka untuk bertahan terhadap "seran...

わが子に「お金」をどう教えるか Agar anak paham filosofi uang

Image
Judul : わが子に「お金」をどう教えるか Agar Anak Paham Filosofi Uang Penulis : Yoshimitsu Shinogami Jumlah Halaman : 233 Penerbit : Chuukou Sinsho Tahun 2008 ISBN 978-4-12-150273-5 Selesai membaca dan menulis tentang bagian pendahuluan  buku ini, saya sangat penasaran untuk menemukan Filosofi Uang yang dimaksud penulis, sampai-sampai saya ngebut membaca 2 bab awal buku ini tanpa berhenti. Bab I tentang Fakta bahwa setiap anak tidak dapat memilih orangtua berdasarkan jenis pekerjaan maupun tingkat penghasilan, dan Bab II tentang Apakah ada sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang?. Ternyata kedua bab ini meleset jauh dari harapan saya, karena sebagian besar isinya hanyalah upaya penulis meyakinkan pembaca untuk tidak membuang uang, waktu (terutama waktu anak) dan upaya, bahkan sampai menggadaikan perasaan anak, untuk memaksa mereka mengambil ujian masuk sekolah menengah bergengsi dengan alasan demi masa depan anak yang cemerlang. Sebagian besar ulasan yang dikemukakan ...

わが子に「お金」をどう教えるか Agar anak paham filosofi uang (Pendahuluan)

Image
Judul : わが子に「お金」をどう教えるか Agar Anak Paham Filosofi Uang Penulis : Yoshimitsu Shinogami Jumlah Halaman : 233 Penerbit : Chuukou Sinsho Tahun 2008 ISBN 978-4-12-150273-5   Lagi-lagi buku jadul yang dipinjam dari rak buku di kids corner-nya Dinkes Pemda sebelah. Penulisnya adalah pemilik Bimbel terkenal YSP dan juga konsultan manajemen perusahaan/perbankan.   Baru membaca bagian pendahuluan, yang menjelaskan buku ini bukan tentang bagaimana anak harus berinvestasi supaya punya bany ak uang, tapi justru mengajarkan bagaimana bersikap dan memiliki hubungan yang sehat dengan uang. Kadang orangtua berusaha memberikan segalanya kepada anak-anak, berapapun harga yang harus dibayar, sehingga seakan-akan uang adalah kasih sayang. Penulis menceritakan beragam persepsi anak tentang uang, yang berawal dari berbedanya status dan nilai yang dimiliki keluarga mereka tentang uang. Ada sekelompok anak perempuan kelas 6 SD yang di-booking kan orangtuanya sebuah suit room hotel di Disney Res...

Memahami isi hati anak usia SD, Masafumi Harada, 2005 (Pendahuluan dan Prolog)

Image
Judul : 小学生の心がわかる本 Memahami isi hati anak usia SD Penulis : Masafumi Harada Penerbit : 農山漁村文化協会 Tahun : 2005 Halaman : 252 ISBN : 9874540001680 Buku jadul, yang terpilih dari deretan buku-buku parenting, buku resep dan majalah wanita di rak jidoukan (tempat main gratis milik pemda). Terpilih karena sudah semua buku resep saya lihat-lihat dan gak nambah-nambah koleksinya, akhirnya terpaksa melirik buku parenting jadul. Baru baca pendahuluan dan prolog saja. Alasan penulis (konsultan masalah psikologis anak, juga profesor di Osaka University of human sciences, belom ngecek lebih jauh) membahas khusus usia anak SD adalah: 1. Selama ini buku tentang bullying, putus sekolah dan tindak kriminal remaja hanya menyorot usia SMP atau SMA, padahal gejala awal biasanya sudah muncul sejak usia SD. 2. Usia SD adalah usia dimana anak-anak sangat berusaha untuk patuh dan menyenangkan hati orang dewasa, dhi orangtua dan guru di sekolah 3. Usia SD adalah tahap terakhir bagi orangtua untuk da...

Mengapa hidup para ibu di Jepang begitu menyiksa? 母親はなぜ生きづらいのか Rika Kayama

Image
Judul : 母親はなぜ生きづらいか Mengapa hidup sebagai seorang ibu begitu menyiksa? Penulis : Rika Kayama Penerbit : Koudansha, 2010 Jumlah halaman : 188 ISBN : 78-4-06-288044-2 Buku yang dibaca cama cimi bareng dengan Debt  dan Random Walk down Wallstreet, ternyata paling duluan selesai. Ditulis oleh seorang psikolog yang banyak menangani pasien ibu yang memiliki masalah dalam membesarkan anak. Ternyata nafas buku ini bukan parenting, melainkan feminisme. Dimulai dengan gugatan pemberitaan media kasus narkoba 2 orang selebritis dalam waktu berdekatan, mengapa yang banyak disorot adalah tersangaka yang wanita dan juga seorang ibu, "dimana nuraninya sebagai seorang ibu?" sementara tersangka lain yang seorang laki-laki tidak "dihakimi" terkait nuraninya sebagai seorang ayah. Buku ini menelusuri perubahan peran ibu dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Di masa samurai Edo (1600-1868), pendidikan anak adalah urusan ayah dan kakek nenek dari keluarga ayah karena anak me...

Lanjutan "Tataplah anak-anak kita" こどもへのまなざし Masami Sasaki (6)

Dua kata yang sering muncul di buku pengasuhan anak bahasa Jepang adalah しつけ yang kalau diartikan bebas mungkin "mendidik" "mendisiplinkan" "mengajarkan sopan santun", dan 自立 yang artinya mandiri atau independen. Proses mendidik anak ini sangat erat kaitannya dengan menumbuhkan kemampuan anak untuk dapat mandiri. Mendisiplinkan anak bisa sangat beragam bagi setiap orangtua karena perbedaan nilai maupun adat dan budaya . Maka penulis memberi contoh kasus yang bersifat umum; toilet training. Mengajarkan anak untuk bab dan bak di toilet. Penulis menekankan kembali pentingnya bersikap sabar, tidak terburu-buru dan tidak memaksa. Penulis sangat "keras" menekankan bahwa orangtua atau perawat yang merasa jijik membersihkan bab/bak anak/pasien tidak pantas menjadi orangtua atau perawat. Anak-anak belum mengerti bab/bak itu kotor sedangkan pasien/lansia memang secara fisik tidak dapat bak/bab sendiri. Bayangkan kalau orangtua atau perawat memperlihatk...

Lanjutan "Tataplah anak-anak kita" こどもへのまなざし Masami Sasaki (2)

Anak-anak bukan hanya dibesarkan oleh orangtua, bukan hanya belajar dari guru/orang dewasa, tapi mereka saling membesarkan satu sama lain (terjemahan asal dari 育ち合う) dan saling belajar dalam lingkungan anak-anak. Membesarkan anak di Jepang (entah saya aja kali atau ada yang punya pikiran sama ya), saya merasa kesepian. Meskipun background bisa di set berubah-ubah, rumah, taman, sungai, pantai, museum atau dimanapun itu, aktornya tetap IBU dan ANAK. Sudah dapat dipastikan tarik ulur pengendalian yang sama di setiap tempat. Beda halnya kalau anak-anak dibiarkan bersama anak-anak lain di dunia mereka sendiri, mereka belajar mengendalikan diri sendiri, memimpin dan dipimpin, mengatur dan diatur atau bahkan membuat peraturan diantara mereka sendiri, tanpa campur tangan orang dewasa. Mempelajari banyak hal dari guru/orang dewasa itu penting, tapi belajar dari sesama anak-anak juga penting. Proses inilah yang namanya "anak-anak saling membesarkan satu sama lain" yang dimaksud b...

Tataplah anak-anak kita こどもへのまなざし Masami Sasaki (1)

Buku yang ditulis psikolog anak Masami Sasaki, saya pinjam dari perpus pemda karena beberapa kali di-mention oleh Rieko Nakagawa di buku nasihat parenting kemarin. Maksudnya buku yang ini : Semua Anak-anak Bermasalah Membaca sedikit saja saya sudah capek, karena tulisan kecil, kalimatnya panjang-panjang. Belum lagi kesan seakan apapun yang terjadi pada anak-anak, semua menjadi tanggungjawab ibu. Mungkin efek psikologis karena yang menulis buku ini adalah seorang laki-laki (lho?!) Tapi berkat keukeuh melanjutkan membaca jadi terbuka juga matahati (cieeee) ini. Mengapa sebagian ibu perlu "me time" yang harus benar-benar menyendiri untuk merasa relaks, dan banyak juga yang merasa tak perlu "me time" karena dengan beraktivitas bersama anak-anak justru mereka merasa relaks. Konon katanya tipe pertama kurang memiliki keahlian membangun hubungan antar manusia (termasuk dengan anak, kan biar kecil manusia juga), jadi bergaul atau berhubungan dengan manusia itu ter...

Lanjutan "Tataplah anak-anak kita" こどもへのまなざし Masami Sasaki (3)

Sulitnya menjadi orangtua itu adalah menghadapi gelombang yang datang bergantian dan bertubi-tubi antara 依存 "ketergantungan" dan 反抗 "perlawanan" anak. Betapa menyebalkan, anak-anak yang apa-apa masih bergantung pada orangtua tapi begitu berani melawan orangtua. Tapi dalam gelombang ketergantungan dan perlawanan itulah mereka tumbuh dewasa. Menikmati ketergantungan mereka saja tapi kesal atau kecewa saat mereka melawan adalah sikap yang tidak adil. Nikmatilah baik ketergantungan maupun perlawanan mereka, sambil melindungi mereka agar bisa mengatasi gelombang-gelombang itu dan akhirnya tumbuh dewasa. Jika anak-anak diibaratkan "pitcher" yang tangguh, maka kita orangtua harus berlatih menjadi "catcher" yang tangguh pula.   Konon masa perlawanan yang penting adalah saat usia sekitar 3 tahun, 6-7 tahun dan 11-13 tahun. Yang berarti saya sedang mengalami 2 anak di masa-masa "perlawanan", dan satu bayi yang benar-benar sedang bergant...

Lanjutan "Tataplah anak-anak kita" こどもへのまなざし Masami Sasaki (4)

Istilah parenting yang sering disebut-sebut dalam bahasa Jepang adalah 信頼感 atau "trust" yang berkaitan erat dengan "percaya kepada orang lain/lingkungan" dan 安心感 atau "security" yang berkaitan erat dengan rasa tentram dan percaya pada diri sendiri. Menurut Teori 8 tahap perkembangan psikologis Erik Erikson, tahap 0-2 tahun adalah masa penting untuk pertumbuhan trust dan security ini. Bayi yang tidak bisa melakukan apa ... -apa untuk dirinya sendiri hanya bisa menangis sebagai wujud usahanya. Semakin responsif sikap pengasuh, semakin baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan trust dan security ini. Menurut penulis, di masa 0-2 tahun ini tidak ada istilah "anak sulit" atau "anak bau tangan". Bayi yang terus menerus menangis pun suatu saat akan "menyerah" dan berhenti menangis. Sikap pengasuh yang membiarkan bayi menangis dengan alasan untuk mengajarkan "survival", atau "self soothing" adalah salah. Bayi yan...

Lanjutan "Tataplah anak anak kita" こどもへのまなざし Masami Sasaki (5)

Untuk menekankan pentingnya tahap awal 0-2 tahun dari teori tahapan psikologi Erikson, penulis menjelaskan suatu proses pertumbuhan penting pada usia sekitar 6 bulan sampai 30 bulan, yaitu Social Referencing (hasil penelitian Robert N Emde). Saat bayi mulai merangkak (sekitar 6 bulan) mereka mulai meng-eksplorasi sekitarnya. Saat menemukan sesuatu yang baru, mereka pasti merasa penasaran, ragu-ragu atau bahkan takut ... untuk menyentuhnya. Bayi pasti akan menengok ke arah pengasuhnya, dan saat itulah pasti akan terjadi kontak mata, seakan mereka bertanya "Ibu, aku harus bagaimana? beritahu aku!". Menengok dan bertanya inilah yang disebut Social Referencing: memperoleh jawaban atau panduan dari sekitar (masyarakat) untuk bersikap. Oleh karena itu bersabarlah saat kita harus selalu mengekor atau mengejar bayi kita, menjelaskan kepada mereka "jangan takut" , "tidak apa-apa" atau memperingatkan "tidak boleh!", "Ini berbahaya!". Bayangkan...

Lanjutan "Tataplah anak-anak kita" こどもへのまなざし Masami Sasaki (7)

Kalau orangtua ditanya, ingin seperti apakah anak-anak mereka kelak? rata-rata jawabannya, "anak yang pintar secara akademis, unggul dalam olahraga, lembut hati やさしい dan ber-empati (tepa selira?) 思いやり". Tapi ketika ditanya bagaimana caranya mendidik anak supaya berhati lembut dan memiliki empati? mereka tidak bisa menjawab seyakin ketika mereka menjelaskan langkah-langkah menggembleng anak supaya kuat di bidang akademis maupun olahraga. Mengapa? Karena menumbuhkan sifat hati yang lembut dan memiliki empati terhadap orang lain itu sulit. Bukan tumbuh melalui pembelajaran atau latihan, tapi melalui "peneladanan", "meniru" dan "mengalami". Manusia adalah mahluk yang pandai meniru. Bukankah ada cerita manusia yang dibesarkan oleh serigala lalu tindak tanduknya menjadi mirip serigala? (termasuk berlari menggunakan tangan dan kaki). Itulah kehebatan manusia, binatang apapun walau dibesarkan manusia tidak bisa mirip manusia! Apa yang dimaksud deng...

Lanjutan "Tataplah anak anak kita" こどもへのまなざし Masami Sasaki (8)

Setelah masa-masa SD, anak-anak memasuki masa remaja, masa pencarian jati diri atau identity. Kalau masa anak anak mereka sangat subjektif; melihat diri mereka sendiri tanpa memperhatikan orang lain atau sekitar, maka masa remaja mereka mulai melihat diri mereka secara objektif; menempatkan diri dalam lingkungan. Ketika mereka anak-anak dan ditanya ingin menjadi apa, dengan cepat mereka menjawab, astronot, atlet olimpiade, artis, chef terkenal dan lain lain tanpa "menghitung" seberapa besar kans yang mereka miliki untuk mewujudkannya. Sedangkan setelah remaja, mereka mulai melihat sekeliling dan "menghitung" sejauh mana usaha mereka dan dukungan sekitar dalam mewujudkan keinginan dan cita-cita mereka. Banyak kebiasaan baru yang menjadi ciri khas remaja. Pertama, senang bercermin. Ini menunjukkan "kepedulian" mereka tentang seperti apakah penampilan luar mereka di mata orang lain. Kedua, senang berkumpul dan menghabiskan waktu dengan teman, termasuk berl...

Lanjutan "Tataplah anak-anak kita" こどもへのまなざし Masami Sasaki (9)

Setelah melewati masa remaja, masa pencarian identitas, anak-anak memasuki usia dewasa dan bersiap menjadi anggota masyarakat yang aktif. Penulis membahas masa remaja dan masa menjelang dewasa dengan sangat ringkas. Mungkin untuk menekankan bahwa pada masa ini adalah masa hasil dari 子育てupbringing, pengasuhan anak yang telah selesai. Masalah yang timbul selain merupakan hasil dari masa pengasuhan, juga pengaruh dari kon disi sosial masyarakat itu sendiri. Permasalahan yang timbul dari kurangnya pengasuhan adalah minimnya rasa percaya diri, sulit mempercayai orang lain, merasa tidak dicintai dan tidak bahagia yang akhirnya berimbas pada perilaku kekerasan atau menarik diri dari lingkungan. Juga munculnya orang dewasa yang jiwanya masih seperti anak-anak, memiliki kecenderungan untuk lebih cepat marah tetapi di sisi lain kurang sensitif untuk merasakan kesedihan atau kegembiraan. Juga berlebihan dalam merasa superior atau inferior. Permasalahan sosial yang menonjol adalah masyarakat...

Lanjutan Tataplah anak-anak kita こどもへのまなざし, Masami Sasaki (10)

Memasuki bab terakhir, penulis menyampaikan pesan kepada dua pelaku penting pengasuhan anak (pada tahap penting 0-6) yaitu pengasuh di daycare/guru TK dan kepada orangtua. Kepada guru TK, penulis menekankan bahwa pilihan profesi menjadi pengasuh daycare maupun guru TK pasti didasari akan rasa cinta pada anak-anak, dan secara langsung berarti cinta kepada sesama manusia. Mencintai anak termasuk di dalamnya turut menerim ... a asal usul anak-anak, termasuk orangtua mereka. Ada kalanya prinsip pendidikan TK berbeda atau bahkan bertolak belakang dengan orangtua murid, atau bahkan gaya pengasuhan orangtua "menghapus" segala usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh pengasuh/guru di daycare/TK. Penulis menekankan bahwa, anak-anak yang sudah terlanjur salah asuh, biasanya kerap "berulah" untuk mendapatkan perhatian. Anak-anak ini sudah terlanjur kehilangan rasa percaya diri dan kurang merasa secure, sehingga seakan ingin "menguji" pengasuh/guru TK ap...

Lanjutan Tataplah anak-anak kita こどもへのまなざし, Masami Sasaki (selesai)

Sedangkan pesan kepada orangtua, penulis memulainya dengan bertanya, "sebenarnya pengasuhan anak itu kewajiban siapa?". Penulis menepis anggapan bahwa fenomena banyaknya ibu yang bekerja di luar rumah berdampak pada less parenting atau kurangnya pengasuhan. Toh sejak jaman dulu para ibu sudah bekerja di luar rumah, di ladang atau di pasar dll. Berada di rumah 24 jam pun tidak menjamin meningkatnya kualitas pengasuhan. Membebankan pengasuhan seluruhnya kepada ibu juga tidak tepat. Pengasuhan memang memerlukan sifat "keibuan", yang bisa berbeda tingkatan-nya pada setiap ibu, dan bukan berarti hanya dimiliki oleh seorang ibu. Pengasuhan menjadi kewajiban bersama orangtua, tepatnya keluarga. Kehadiran ibu secara fisik memang penting tapi tentu sebagian perannya bisa digantikan oleh ayah, atau siapa saja yang dianggap capable/mampu. Bahkan peran ayah ini menjadi sangat penting jika ibu (karena satu dan lain hal) tidak dapat memberikan pengasuhan dengan baik. Hanya sa...

生活の自立 Handbook

Image
Buku ini terbitan tahun 2009, isinya mengenai bagaimana melatih anak supaya mampu mengerjakan sendiri hal2 pokok sehari2; BAK/BAB di toilet, Makan dan minum, Tidur, Ganti Pakaian dan Menjaga Kebersihan. Sebenarnya buku ini ditulis untuk 保育者 atau petugas penitipan anak di Jepang. Untuk masing2 kemandirian tersebut diatas diuraikan dalam bab tersendiri. Uraian setiap bab meliputi tahapan perkembangan anak dihubungkan dengan perkembangan kemandiriannya, misalnya untuk kemandirian BAB/BAK dijelaskan apa2 saja yang sudah bisa dilakukan ketika anak berusia 0-1 tahun, sekitar 2 tahun, 3 tahun dan 4-5 tahun. Kemudian tips2 mengenai alat2 peraga dan kegiatan bermain yang disesuaikan umur dan jenis kemandirian yang sedang dilatih, tips2 mengenai alat2 yang digunakan (misalnya sendok yang mudah digunakan oleh anak supaya bisa makan sendiri), cara memberi contoh dan cara menjelaskan yang baik sesuai dengan kemampuan pemahaman anak (sukaa banget ilustrasi cara mengajarkan me...

Untung Gak Beli...Untung Beli Perlengkapan Bayi dan Anak

Image
Alias terjemahan suka2 saya dari judul buku ini; 子ども用品・ベビー用品 買わなきゃよかった 買ってよかった―先輩ママの体験集. Buku yang saya pinjem beberapa minggu lalu, isinya daftar barang2 bayi dan anak yang katanya OK dan Not OK untuk dibeli (kalo dikasih mah gapapa. Gak dibaca huruf per huruf tapi discan aja barang2 apa aja yang katanya OK dan gak OK. Menurut saya siy bermanfaat banget deh buku ini (setidaknya buat saya). Soalnya sebagai ibu baru yang "demam panggung" kalo ke toko peralatan anak2 suka kalap...kayaknya ini butuh itu butuh. Apalagi di Jepang barang2 anak banyak banget, sepertinya bermanfaat dan memudahkan saya nantinya. Belom lagi kayaknya lucu2, imut2...walopun harganya amit2 he3...jadi saya suka bela2in berburu di toko perlengkapan bayi dan anak yang second hand di deket rumah. Kalau dilihat2 sepertinya lebih banyak barang yang NOT OK untuk dibel i. Oya barang2 dimaksud dikelompokkan kedalam makanan, pakaian, seputar makan, mainan bahkan buku2 parenting. Alasan2nya juga mace...

Follow Buku Shujindakara on Facebook