Saturday, July 21, 2018

Didodoho Lahar; Lalakon Galunggung Bitu oleh Adjat Sudradjat

Image may contain: text
Lagi, sebuah buku berbahasa Sunda. Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, buku ini berjudul, Dalam Intaian Lahar: Kisah Meletusnya Galunggung disini. Buku ini berkaitan langsung dengan saya, bukan apa-apa, saya adalah kelahiran Tasik dan mengalami peristiwa Gunung Galunggung meletus pada tanggal 4 April 1982. Sama seperti sang penulis, Prof. Dr. Ir. H Adjat Sudradjat, M.sc. Penulis adalah ahli Geologi dan ahli Vulkanologi, saat membaca profil penulis dan pendahuluan buku ini, saya mendapat gambaran kalau buku ini adalah buku tentang Vulkanologi dalam bahasa Sunda, yang dibungkus sedemikian rupa sebagai novel dengan penutur seorang Guru Desa, Jang Guru.

Toko Buku AA, Lawang Suryakancana, Bogor


Image may contain: one or more people, shoes and outdoor
Kalau anda berkesempatan berjalan mengitari Kebun Raya Bogor, di sisi selatan anda akan menemukan gerbang merah besar layaknya pintu masuk ke area Pecinan, Lawang Suryakancana. Selain terkenal dengan macam-macam kulinernya, ternyata saya malah menemukan sebuah toko buku yang unik! Toko Buku AA, bagaikan oasis di tengah gurun pasir. Setelah panas2 becek2 blusukan di pasar becek Lawang Saketeng, saya bahagia berteduh disini sambil membaca-baca buku, baru maupun usang. Toko buku ini  lebih mirip perpustakaan, tenang dan lengang. Bedanya, dilatarbelakangi suara siaran radio berbahasa sunda!



Lantai 1 toko ini tampak seperti toko alat tulis sekolah dan perkantoran pada umumnya. Tapi ketika anda naik ke lantai 2, anda akan menemukan ruangan yang luas dan lengang. Rak-rak yang penuh buku-buku digolongkan berdasarkan tema, dan tema yang disediakan cukup lengkap. Buku anak-anak diletakkan di meja-meja rendah, sebagian buku tampak sudah berdebu dan usang. Tapi tentu saja buku-buku baru pun banyak tersedia. Keunikan toko ini, adalah koleksi buku bahasa sundanya!



No automatic alt text available.
Sebagai orang Sunda yang hanya "mengenyam" pelajaran bahasa Sunda sampai dengan kelas 5 SD, saya hanya menyangka bahasa Sunda hanya digunakan untuk mendongeng di radio, atau tulisan cerpen (dalam bahasa Sunda, Carpon; Carita Pondok) di majalah Mangle. Ternyata topik-topik yang dibahasa dalam buku-buku berbahasa Sunda lumayan beragam. Saya membeli 1 jilid dari 4 jilid buku Surat-Surat Ti Jepang tulisan Ajip Rosidi. Silakan baca jejaknya di Surat-Surat Ti Jepang (1) oleh Ajip Rosidi


Image may contain: 1 person, smiling

Ketika saya kembali untuk membeli jilid-jilid selanjutnya, ternyata sebagian koleksi buku sudah hampir kosong terjual! Hal ini menandakan ternyata ada banyak juga peminat buku berbahasa Sunda! Beruntung saya masih mendapatkan lengkap, walaupun itu buku-buku terakhir yag tersedia. Buku Perang Bubat, incaran saya ternyata sudah habis terjual! Ketika saya tanya petugas toko, ternyata pasokan buku bahasa Sunda agak tersendat karena libur lebaran. Mudah-mudahan pada kunjugan saya berikutnya pojok buku bahasa Sunda sudah penuh lagi!